Skip to content

Memahami Copywriting dan Content Writing: Kunci Jualan di Era Digital

Pernahkah Anda merasa frustrasi karena website Anda memiliki banyak pengunjung, tetapi tidak menghasilkan penjualan?

Atau mungkin Anda kesulitan membangun brand awareness dan menarik pelanggan baru?

Jika Anda menjawab “ya” untuk salah satu pertanyaan ini, maka Anda mungkin perlu memahami dua elemen penting dalam dunia digital: copywriting dan content writing.

Kedua jenis penulisan ini bagaikan dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan dalam mencapai kemajuan bisnis.

Copywriting bagaikan penyihir kata-kata yang mampu mempesona dan menarik pembaca untuk mengambil tindakan, seperti membeli produk atau jasa Anda.

Sedangkan content writing bagaikan pelayan setia yang memberikan informasi dan edukasi kepada pembaca, membangun kepercayaan dan membawa mereka lebih dekat dengan brand Anda.

Jika Anda bisa menguasai keduanya, maka sudah bisa mendapatkan dasar yang kuat untuk berjualan produk atau layanan di era digital ini.

Pernah melihat iklan di media sosial seperti Facebook atau Instagram? Pasti ada 1 atau 2 kalimat yang menawarkan atau mengajak pembacanya untuk membeli produk atau melakukan ajakan seperti follow misalnya. Nah, itu adalah copywriting. Jika ditulis dengan tepat, maka bisa “menyihir” pembacanya untuk mengambil tindakan.

Lalu apa bedanya dengan content writing? Kami akan menjelaskannya di artikel ini supaya Anda lebih memahami keduanya.

Di era digital ini, content writing dan copywriting menjadi dua elemen penting dalam strategi marketing online.

Perbedaan Mendasar Copywriting dan Content Writing

Di era digital ini, content writing dan copywriting menjadi dua elemen penting dalam strategi marketing online. Bagi orang awam, kedua istilah ini mungkin terdengar membingungkan.

Mari kita bahas perbedaannya dengan lebih jelas:

1. Content Writing

Content writing adalah seni menulis konten informatif, edukatif, dan menghibur untuk menarik dan membangun hubungan dengan target audience. Konten ini dapat berupa artikel blog, ebooks, whitepapers, social media posts, dan masih banyak lagi.

Tujuan utama content writing:

  • Menyediakan informasi yang bermanfaat kepada pembaca.
  • Membangun brand awareness dan kredibilitas.
  • Meningkatkan traffic website dan engagement.
  • Membangun hubungan dan kepercayaan dengan target audience.
Baca Juga >>  Cara Jitu Meningkatkan Bisnis dengan Influencer Marketing

2. Copywriting

Copywriting adalah seni menulis teks persuasif yang menarik pembaca untuk mengambil tindakan, seperti membeli produk atau jasa. Copywriting biasanya digunakan dalam iklan, website, email marketing, dan brosur.

Tujuan utama copywriting:

  • Menjual produk atau jasa.
  • Meningkatkan konversi dan penjualan.
  • Membangun brand awareness dan positioning.
  • Mendorong pembaca untuk mengambil tindakan (misalnya, membeli, mendaftar, dll.).

Analogi Sederhana:

Bayangkan Anda ingin menjual kue.

Content writing bagaikan resep kue yang lezat dan informatif. Resep ini menjelaskan bahan-bahan, langkah-langkah pembuatan, dan tips untuk membuat kue yang sempurna.

Sedangkan copywriting bagaikan iklan yang menarik untuk menjual kue tersebut. Iklan ini akan menggoda orang-orang untuk membeli dan mencoba kue Anda.

Kesimpulannya, content writing dan copywriting adalah dua alat yang saling melengkapi untuk mencapai tujuan bisnis yang berbeda.

Content writing membantu membangun hubungan dengan target audience, sedangkan copywriting membantu menjual produk dan meningkatkan konversi.

Baca Juga: Push Marketing: Strategi Efektif untuk Meningkatkan Penjualan Produk Baru

Gaya Menulis: Content Writing vs Copywriting

Setelah memahami perbedaan tujuannya, mari kita bahas perbedaan gaya menulis antara content writing dan copywriting secara sederhana dan ringkas.

1. Content Writing

  • Gaya bahasa: Lebih informatif, edukatif, dan santai.
  • Fokus: Memberikan nilai tambah kepada pembaca dengan menyajikan fakta, data, dan penelitian.
  • Struktur: Lebih terstruktur dan sistematis, biasanya dengan judul, subjudul, dan poin-poin penting.
  • Contoh: Artikel blog, ebooks, whitepapers, social media posts.

2. Copywriting

  • Gaya bahasa: Lebih persuasif, menarik, dan menggunakan kata-kata yang kuat.
  • Fokus: Menarik perhatian pembaca dan mendorong mereka untuk mengambil tindakan.
  • Struktur: Lebih ringkas dan langsung ke intinya, dengan fokus pada manfaat produk atau jasa.
  • Contoh: Iklan, website, email marketing, brosur.

Tidak ada cara yang lebih baik selain memahami berbagai istilah yang ada pada dunia digital marketing, khususnya content writing dan copywriting. Karena berbagai istilah ini akan Anda temui saat menggunakan tools maupun ketika harus memahami suatu kondisi.

Mengukur Efektivitas Copywriting dan Content Writing

Mengetahui efektivitas content writing dan copywriting sangat penting untuk memastikan strategi marketing Anda berjalan dengan baik.

Tidak ada cara yang lebih baik selain memahami berbagai istilah yang ada pada dunia digital marketing, khususnya content writing dan copywriting. Karena berbagai istilah ini akan Anda temui saat menggunakan tools maupun ketika harus memahami suatu kondisi. Berikut kami jelaskan dengan poin-poin yang mudah dipahami.

Baca Juga >>  Penting! 8 Tools Riset Pasar untuk Pahami Kebutuhan Pelanggan

1. Content Writing

  • Traffic website: Pantau jumlah pengunjung yang datang ke website Anda melalui konten yang Anda buat.
  • Engagement: Perhatikan tingkat engagement seperti komentar, like, dan share pada konten Anda.
  • Conversion rate: Ukur persentase pengunjung yang melakukan tindakan yang Anda inginkan (misalnya, membeli produk, mendaftar newsletter, dll.).
  • SEO ranking: Pantau peringkat website Anda di mesin pencari untuk kata kunci yang relevan dengan konten Anda.
  • Backlinks: Hitung jumlah website lain yang mengacu ke konten Anda.

2. Copywriting

  • Conversion rate: Ukur persentase pembaca yang melakukan tindakan yang Anda inginkan (misalnya, membeli produk, mendaftar email marketing, dll.).
  • Click-through rate (CTR): Pantau persentase orang yang mengklik link yang Anda sediakan dalam copywriting Anda.
  • Return on investment (ROI): Hitung keuntungan yang Anda dapatkan dari copywriting Anda dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan.
  • A/B testing: Lakukan pengujian terhadap dua versi copywriting yang berbeda untuk melihat mana yang lebih efektif.
  • Customer feedback: Dapatkan masukan dari pelanggan tentang bagaimana copywriting Anda memengaruhi mereka.

Penting untuk diingat bahwa efektivitas content writing dan copywriting tidak hanya diukur dari angka-angka.

Anda juga perlu mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti kualitas konten, brand awareness, dan kepuasan pelanggan.

Dengan menggunakan berbagai metode pengukuran dan mempertimbangkan semua faktor yang relevan, Anda dapat memahami apakah content writing atau copywriting sudah mengena di calon konsumen. Jika belum maka terus lakukan revisi sampai menemukan angka atau kondisi yang ideal.

Dengan menggunakan berbagai metode pengukuran dan mempertimbangkan semua faktor yang relevan, Anda dapat memahami apakah content writing atau copywriting sudah mengena di calon konsumen.

Tips untuk Copywriting dan Content Writing

Terakhir sebelum penutup, berikut kami berikan beberapa tips untuk membuat copywriting dan content writing yang menarik untuk pembaca. Untuk penjelasan detail akan kami jelaskan dalam artikel terpisah. Namun berikut adalah tips umumnya.

Copywriting:

1. Fokus pada manfaat
Tekankan bagaimana produk atau jasa Anda dapat membantu target audience Anda. Ingat, posisikan produk atau jasa sebagai solusi dari masalah audience. Karena sejatinya mereka membeli atau mencoba bukan karena fiturnya, tetapi karena manfaatnya.

2. Gunakan kata-kata yang kuat
Pilih kata-kata yang menarik perhatian dan membangkitkan emosi.

3. Buatlah call to action yang jelas
Beri tahu target audience apa yang Anda ingin mereka lakukan. Jangan mengambang. “Perintahkan” mereka untuk melakukan action seperti follow, isi form, klik tombol dan lainnya.

Baca Juga >>  5 Strategi Pull Marketing untuk Penginapan di Bali: Bikin Kamar Full Book!

4. Lakukan A/B testing
Uji coba dua versi copywriting yang berbeda untuk melihat mana yang lebih efektif. Kita tidak akan pernah tahu copywriting mana yang cocok dan memberikan dampak optimal. Terutama saat Anda menerapkan copywriting pada headline iklan seperti Facebook Ads. Ketika melakukan A/B testing, cukup ganti headline saja dan cek metrik yang terdampak (CTR).

Content Writing:

1. Kenali target audience Anda
Pahami kebutuhan dan keinginan mereka. Semakin spesifik semakin baik. Jika Anda membuat sebuah blog seputar ternak lele misalnya, jangan sampai Anda membahas topik di luar itu.

2. Buatlah konten yang bermanfaat, informatif dan solutif
Berikan informasi yang dapat membantu target audience Anda, atau istilahnya solutif. Di Google, banyak orang yang melakukan pencarian dalam bentuk kalimat tanya. Ketika artikel yang Anda tulis merupakan jawaban atas pertanyaan mereka, maka Google akan menampilkan artikel Anda di bagian atas hasil pencarian. Tentu karena relevan dengan apa yang orang tanyakan.

3. Gunakan gaya bahasa yang menarik
Buatlah konten yang mudah dibaca dan dipahami. Sesuaikan gaya bahasa yang Anda gunakan dengan pembaca, entah itu santai, resmi dan lainnya.

4. Promosikan konten Anda
Sebaik-baiknya konten yang Anda buat, orang tidak akan cepat tahu jika tidak Anda promosikan. Promosikan di sini maksudnya bukan diiklankan, tetapi seperti share di media sosial. Jangan salah, jika Anda membaginya dengan tepat, maka bisa mendapatkan traffic yang luar biasa.

Pilih Copywriting atau Content Writing?

Copywriting membantu meningkatkan penjualan dan conversion rate, sedangkan content writing membantu membangun brand awareness, meningkatkan traffic website, dan membangun hubungan dengan target audience.

Jadi balik lagi ke tujuan Anda. Bisa jadi Anda membutuhkan keduanya.

Dan menariknya jika menguasai keduanya, maka Anda sudah dapat menguasai sebuah pondasi dari membuat konten. Karena sejatinya konten apapun (gambar atau video), akan lebih optimal saat memiliki copywriting atau content writing yang baik.

Buka chat
1
Mau tanya-tanya? Yuk chat disini!
Halo ReklameKita.com, Saya dari website mau tanya-tanya tentang layanan Anda