Skip to content

Jangan Sampai Bisnismu Sepi Pelanggan! Hindari 7 Kesalahan Ini Pada Branding

Branding dalam bisnis adalah praktik marketing yang menciptakan brand identity yang kuat dan konsisten untuk sebuah bisnis, dengan menciptakan nama, logo, atau desain yang mudah dikenali sebagai identitas suatu bisnis atau perusahaan.

Branding membantu membangun citra perusahaan atau bisnis, meningkatkan kepercayaan, brand identity, nilai bisnis, menciptakan loyalitas pelanggan, membedakan dari kompetitor, dan membantu bisnis dalam marketing.

Dalam dunia bisnis yang penuh dengan persaingan, branding yang baik dapat menjadi faktor kunci dalam kesuksesan bisnismu. Namun, terkadang masih banyak yang tidak memperhatikan hal-hal penting sehingga terdapat kesalahan saat melakukan branding.

Kita akan membahas kesalahan-kesalahan umum yang harus dihindari saat melakukan branding pada bisnis pada artikel ini, mari simak lebih lanjut!

Kesalahan pada Branding yang Harus Dihindari

Ketika melakukan branding, terdapat beberapa kesalahan yang harus dihindari agar proses branding dapat berjalan dengan baik dan efektif.

Berikut adalah beberapa kesalahan umum yang sering terjadi dalam branding yang perlu dihindari:

1. Tidak Konsisten

Konsistensi dalam branding sangat penting untuk membangun citra merek yang kuat.

Tidak konsisten dalam penggunaan logo, warna, gaya visual, atau elemen-elemen penting lainnya pada bisnismu, akan dapat menyebabkan kebingungan dan merusak kesan merek yang dibangun.

2. Mengabaikan Nilai-nilai Profesionalitas

Branding yang tidak memperhatikan nilai-nilai profesionalitas dapat memberikan kesan yang buruk pada konsumen.

Maksud dari nilai-nilai profesionalitas disini seperti menjaga kualitas merek dalam setiap aspek bisnis, seperti logo atau tagline yang mencerminkan bisnismu.

Logo dan tagline adalah dua faktor penting dalam proses melakukan branding bisnis. Dari keduanya, pelanggan dapat dengan mudah mengidentifikasi sebuah merek dan bisnis.

Gunakan jasa graphic designer yang profesional dalam membuat logo yang mencerminkan bisnismu. Pemahaman dan kemampuan profesional mereka mengenai prinsip-prinsip desain grafis dapat menghasilkan komposisi logo yang menarik, sehingga dapat menarik perhatian calon konsumen.

Baca Juga >>  Memahami Psikologi Konsumen dalam Reklame: Mengapa Pesan Emosional Lebih Efektif?

Dengan memperhatikan hal pada aspek ini dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan saat melakukan branding pada bisnis.

3. Tidak Menawarkankan Keunikan

Agar menghindari kesalahan dalam branding, kamu perlu memahami perbedaan antara bisnismu dengan para pesaing. Penting untuk memiliki keunikan yang dapat membedakan bisnismu dari para kompetitor.

Dalam dunia bisnis yang penuh dengan persaingan, tidak menonjolkan keunggulan atau keunikan dari bisnismu dapat membuatnya terlihat biasa dan akan sulit untuk menarik perhatian calon konsumen.

Usahakan untuk tidak menawarkan konsep yang hampir mirip dengan kompetitor, misalnya pada nama atau logo yang akan merepresentasikan bisnismu.

4. Tidak Memahami Target Pasar

Salah satu kesalahan branding yang sering terjadi adalah tidak memahami dengan baik siapa target pasar untuk bisnismu.

Tentukan dengan jelas siapa target pasar yang ingin dijangkau. Setelah itu, lakukan riset untuk memahami kebutuhan, preferensi, dan karakteristik target pasar agar branding bisnismu dapat disesuaikan dengan baik.

5. Rebranding yang Terlalu Sering

Terlalu sering melakukan rebranding dapat membingungkan calon konsumen dan merusak citra bisnismu. Selain itu, melakukan rebranding secara terus menerus justru akan menunjukkan kurangnya konsistensi pada bisnismu.

Kamu harus memiliki strategi branding yang konsisten sehingga tidak perlu mengubah elemen-elemen yang merepresentasikan bisnismu dalam hal branding.

6. Membuat Nama Merek yang Rumit dan Sulit Diingat

Nama merek yang terlalu rumit dapat membuat konsumen kesulitan untuk mengingat dan mengenali bisnismu. Pilihlah nama merek yang sederhana, mudah diucapkan, dan mudah diingat oleh siapapun yang melihatnya.

Nama merek memiliki peranan yang sangat penting bagi perusahaan dan bisnis, sehingga pilih nama yang memiliki kesederhanaan sekaligus keunikan, sehingga membuatnya mudah diingat oleh konsumen.

Baca Juga >>  15 Tren Desain Letter Timbul di Era Digital

Langkah ini sering dianggap sepele oleh orang yang baru memulai bisnis, padahal proses ini membutuhkan banyak pertimbangan karena nama merek akan menjadi bagian penting dari produk, logo, packaging, dan aspek yang lainnya yang berhubungan dengan bisnis tersebut.

7. Tidak Mengikuti Perkembangan Media Sosial

Media sosial merupakan platform yang penting dalam branding saat ini. Tidak memanfaatkan media sosial dengan baik atau tidak mengikuti perkembangannya dapat membuat bisnismu tertinggal dan sulit untuk mencapai target audiens.

Alasan utama untuk memanfaatkan media sosial sebagai alat promosi adalah media sosial merupakan online platfrom yang memungkinkan penggunanya untuk berinteraksi, membagikan informasi, serta membuat konten.

Peran media sosial sangat signifikan dalam strategi branding karena mampu menjangkau banyak individu, meningkatkan brand awareness, dan membangun ikatan dengan pelanggan.

Dengan menghindari kesalahan-kesalahan ini, kamu dapat membangun branding yang kuat dan efektif untuk bisnismu. Kamu juga dapat bertahan dalam persaingan bisnis yang ketat dengan para kompetitor lainnya.

 

3 Tips Membangun Brand Consistency

Jika kamu sudah memahami kesalahan-kesalahan yang harus dihindari dalam melakukan branding, kali ini kita akan membahas tips bagaimana mempertahankan konsistensi branding yang kita bangun.

Brand consistency di sini ialah bagaimana suatu bisnis mempertahankan dan menjaga agar segala hal yang terkait dengan merek mereka selalu diingat oleh para konsumen.

1. Membuat Brand Guideline

Brand guideline adalah panduan yang berisi tentang brand identity, seperti warna, font, logo, dan pesan yang terkandung dalam merek.

Dengan memiliki brand guideline, kamu dapat memastikan bahwa semua elemen branding bisnismu konsisten dan mudah dikenali oleh konsumen.

2. Pahami Identitas dan Nilai Brand

Sebelum membangun brand consitency, pastikan kamu memahami identitas dan nilai dari bisnismu terlebih dahulu.

Baca Juga >>  10 Cara Memilih Warna Branding Bisnis Yang Tepat

Brand identity mencakup elemen visual seperti logo dan warna, sedangkan nilai merek mencakup pesan dan nilai yang ingin disampaikan oleh bisnismu.

Dengan memahami identitas dan value dari bisnis, kamu dapat memastikan bahwa semua aktivitas branding yang dilakukan selalu konsisten dengan bisnismu.

3. Buat Jadwal Pemasaran yang Konsisten

Buatlah jadwal pemasaran yang konsisten untuk memastikan bahwa aktivitas brandingmu selalu teratur dan konsisten.

Jadwal pemasaran dapat mencakup aktivitas seperti konten sosial media, email marketing, dan iklan. Dengan membuat jadwal pemasaran yang konsisten, kamu dapat memastikan bahwa bisnismu selalu terlihat dan diingat oleh konsumen.

Merek yang selalu konsisten dalam bisnis akan semakin melekat dalam ingatan para konsumen. Konsumen akan terus megingat, mendengar, atau melihat elemen-elemen dasar dari merek bisnismu, baik itu melalui logo ataupun konten yang diposting di media sosial.

Tips dan informasi yang telah dijelaskan pada artikel ini diharapkan dapat membantu bisnismu bertahan di antara para pesaing dan selalu menjadi pilihan para konsumen untuk menjadi pelanggan setiamu!

Buka chat
1
Mau tanya-tanya? Yuk chat disini!
Halo ReklameKita.com, Saya dari website mau tanya-tanya tentang layanan Anda